www.rajahipnotis.com

Bimbingan Training Basic Hypnotherapy (Fundamental), Diselenggarakan pada Hari: Sabtu & Minggu, Tanggal: 21 s/d 22 Agustus 2010, Jam: 09.00 WIB s/d 12.00 WIB, Investasi (Biaya Training): Rp. 1.250.000,- (Normal. Discount 50% Apabila Anda melakukan pembayaran s/d Tgl 18 Agustus 2010. Info Hub: (021) 44697888, (021) 92171888, 081219908555
Artikel Therapy
08
Aug
Tips Menghilangkan Rasa Takut PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 08 August 2010 08:43

 

Assalamu'alaikum wr.wb

Sahabatku yang indah dan baik.

Pernahkah anda mengalami, dimana semangat penuh antusias mu yang Api nya memanasi dadamu berkobar? kobarannya membuatmu segera untuk bertindak mewujudkan kehidupan cemerlangmu. Engkau sungguh bergairah untuk segera mewujudkannya. Shahabat, orang tua, teman dekatmu, bahkan atasanmu bangga dengan sikapmu. Engkau menunjukkan kepada mereka sikap seorang pemberani, seorang pemenang yang berjiwa besar. Dengan sikapmu itu menjadikanmu lebih percaya diri.

Namun sungguh aku menjadi heran, bahkan bertanya-tanya dalam diriku. Mengapa ksatria penuh gagah berani, duduk terdiam seorang diri. Tekadang aku melihatnya dalam keraguan. Padahal dia tau apa yang harus dilakukaknnya. Hal apakah yang membuatmu berhenti disini shahabat?

"Aku khawatir dan takut, tindakan yang akan aku lakukan nanti memalukanku. Aku khawatir dengan perkataan mereka terhadap diriku, bila nanti aku gagal mendapatkan apa yang aku inginkan. Mereka menertawakanku... daripada itu terjadi lebih baik aku diam."

Ooo..aku mengerti sekarang, mengapa rencana-recana besar di Buku Impianmu belum engkau wujudkan. Aku tau mengapa engkau diam selama ini. Padahal seringkali engkau sampaikan kepadaku, sangat ingin mengapai dan mewujudkan impianmu.

Sahabatku yang baik.

Aku bisa merasakan apa yang kau alami saat ini. Mari kita duduk sejenak, ayo kita buka kembali janji-janji akan kecemerlangan masa depanmu. Ternyata rasa Khawatir dan TAKUT lebih besar dibandingkan NIAT (keinginan) mu menjadi pribadi mulia.

Perhatikanlah kembali, apa sebenarnya yang engkau inginkan? apakah engkau benar-benar menginginkannya? Apa yang mendasarimu untuk melakukannya, Mengapa? Jawab kembali pertanyaan ku ini. Mungkin NIAT mu terlalu kecil, sehingga dikalahkan oleh rasa khawatir dan Takut itu. Yang padahal belum tentu sebagaimana kau takutkan. Aku tau, nasehbat ini berat bagimu.

Bukankah engkau ingin melakukan itu untuk membesarkan Asma Allah dibumi ini? Bukankah setiap kali engkau memulainya dengan mengatas namakan Asma Nya? Bukankah yang ingin kau lakukan untuk melaksanakan perintahNya? Bukankah itu demi kebaikan keluarga dan hidupmu?

 

Shahabatku yang Tangguh.

Apakah rasa khawatir,malu dan takut mu lebih besar dibandingkan NIAT baik nan mulia ini? Apakah dengan benar-benar mengangungkan Asma Nya masih memberatkanmu berkata? kakimu sulit melangkah? tanganmu susah diangkat?

Jika rasa khawatir dan takut masih membayangi fikiranmu. Perbaiki kembali NIAT dibalik keinginanmu, Rubahlah menjadi jauh lebih besar dan mulia dari sebelumnya. Sehingga rasa takut yang datang untuk bertindak, tidak mampu menghentikan langkahmu. karena NIAT BAIK mu sangat BESAR.

Berusahalah pada kemampuanmu (IKHTIAR) dan biarkanlah HASIL menjadi wewenang (Keputusan) Allah.

Lambadeuk Aceh Besar, 5 oktober 2009

Nasehat dari shahabat dekat yang selalu bersama, dimanapun aku berada.

 

Rahmadsyah Mind-Therapist

Penulis adalah seorang Tsunami Survivor melanda Aceh 2004.

Mau sharing bersama beliau bisa menyapanya di www.rahmadsyahnlp.blogspot.com

Last Updated on Sunday, 08 August 2010 08:55
 
29
Jul
Menaklukkan EGOIS (By Rahmadsyah Mind-Therapist) PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 29 July 2010 15:56

Assalamu’alaikum wr.wb

Semoga surat elektronik ini menyapa shahabat penuh dalam damai, Cinta dan Kasih Sayang. Sehingga ia menjadi pengikat tali silaturahim antara kita bersama. Saya mendoakan, mudah-mudahan, shahabat yang saat ini gundah, sedih, kecewa, marah dan sakit hatinya. Segera Allah rubah dengan Kasih Sayang Ar-Rahman Ar-Rahim, menjadi kebahagiaan yang amat mengagumkan.

Sebelum saya melanjutkan note ini. Terlebih dahulu, ingin saya perjelas, makna kata EGOIS yang saya maksud. Egois (perasaan enggan, gengsi, berat hati, tidak mau untuk memulai atau mendahului komunikasi, dengan seseorang. Karena menganggap, dia duluan yang harus memulai, dan hanya memikirkan diri sendiri, tanpa melihat dari sudut pandang orang lain, atas sikap dan perilaku yang diputuskan).

Nah, sekarang anda sudah fahamkan? Maksud yang akan saya sharingkan Menaklukkan EGOIS ini. Saya tidak tau, apakah anda pernah mengalami perasaan seperti akan saya sharingkan. Atau, mungkin anda sedang mengalaminya saat ini. Bahkan mungkin Andalah yang menjadi objeknya (yang diegoiskan). Khusus yang menjadi diegoiskan, saya tidak membahasnya disini.

Seminggu yang lalu, terjadi suatu peristiwa dalam diri saya, sehingga menyebabkan saya memutuskan untuk bersikap, yang menurut teman saya, saya ini EGOIS. Saat itu, yang terbesit dalam diri saya adalah itukan pandangannya. Sementara menurut saya, sikap yang saya PILIH itulah yang terbaik dan benar. Saya menyadari, keputusan itu hadir karena rasa marah dalam diri saya. Tentu ini menguatkan EGOIS tadi.

Akan tetapi, selama melewati hari yang dipenuhi rasa amarah dan egois itu. Saya menyadari ada yang tidak tepat, cocok, sesuai dan pas, antara fikiran dengan tubuh saya. Kok tubuh saya terasa tertekan, gelisah, dan gundah. Kemudian, sang tubuh menunjukkan penolakannya, berupa rasa senutan dikepala dan hati terasa tertusuk. Hidung pun jadi pilek. Efek dari fikiran (rasa marah) saya.

Shahabat yang baik. Saya akan sharingkan bagaimana proses saya menaklukkan EGOIS dalam diri saya. Mungkin ini bermanfaat bagi anda yang saat ini mengalaminya. Alhamdulilah, tips Mind-Therapy dibawah ini. Telah berhasil mendamaikan diri saya. Tentu saat saya tuliskan ini, saya sudah berkomunikasi kembali dengan orang itu.

Pasti anda sudah siap untuk membacanya kan? Pada saat proses melakukan tips ini, Anda boleh sambil duduk bersila, tidur, berdiri, dan sebagainya. Yang penting membuat anda merasa nyaman dan aman.

  1. Berdoa kepada Allah, agar dimudahkan usaha (ikhtiar) yang kita lakukan.
  2. Terima kejadian yang telah kita alami, sebagai bagian dari kehidupan. (Maksudnya, bila Anda merasa marah, maka biarkanlah marah itu hadir, bila kecewa biarkan ia muncul.pasrahkan kepada Allah).
  3. Ketahuilah, didaerah mana tepatnya rasa yang muncul itu. Atau bahasa saya adalah, bagian yang betanggung jawab dengan rasa EGO itu.
  4. Setelah menemukannya, Ketahui, apa yang dinginkan oleh perasaan kita selanjutnya. Bila dia ingin marah, terus tanyakan pada rasa yang muncul itu Setelah marah, maumu apalagi?, bila dia kecewa, tanyakan pada bagian itu, terus apalagi?(Dari sini saya menemukan jawaban dalam diri berupa anjuran, supaya saya tidak berkomunikasi lagi denganya, karena dengan begitu saya menjadi tenang). Perlu shahabat ketahui, bentuk jawaban itu setiap orang berbeda-beda, bisa berupa suara (A), mungkin berbentuk penglihatan (V) atau bahkan rasa saja (K). Nah, kalau contoh case saya adalah berupa suara (A).

Kemudian saya ikuti keinginan bagian yang bertanggung jawab dalam diri saya itu, yaitu tidak berkomunikasi untuk sementara waktu. Setelah saya putuskan untuk tidak berkomunikasi. Tetap saja perasaan tidak tenang, masih terasa dalam diri saya, seperti benci dan marah. Maka untuk menenangkan rasa marah dan benci itu, saya menenangkannya dengan cara; melakukan meditasi minimal satu jam satu hari, (Yang saya lakukan, setiap selesai shalat 10 menit, dan sebelum tidur 10 menit). Meditasi berupa ;

  1. Menyadari setiap nafas masuk dan keluar.(Tarikan nafas masuk dzikir lafaz Allah & terkadang Lailahaillallah, begitupula nafas keluar Lailahaillallah)
  2. Fokuskan diri (menyadari nafas masuk dan keluar) untuk terus berdzikir dalam aktivitas apapun.

Alhamdulillah menyadari nafas masuk dan keluar, sambil menyadarinya dengan dzikir, semakin hari semakin membuat saya lebih tenang, damai dan bahagia. Proses ini terus saya lakukan hingga saat ini.

Setelah saya merasa tenang (pada hari ke 3 tidak berkomunikasi). Saya memutuskan untuk membangun kembali komunikasi dengan nya. Tetapi, EGO tetap masih ada. EGO ini bunyinya terdengar Kamu sekarang kan sudah tenang, damai dan bahagia. Jadi tidak perlu lagilah berkomunikasi dengannya. (Saya sadar, ini tidak boleh ditolerir dan diikuti, karena bisa memutuskan silaturahim). Nah, cara yang saya lakukan untuk mengalahkan / menaklukkan bunyi atau suara itu adalah dengan meciptakan program BELIEF dan VALUE yang lebih besar darinya, sesuai dengan VALUE saya:

Memutuskan silaturahim sama halnya menutup pintu rezeki dan menghilangkan keberkahannya.

Syukur Alhamdulillah, setelah saya instal BELIEF tadi, suara yang menyebabkan muncul nya EGO tidak berkomunikasi, langsung lenyap. Bahkan, menumbuhkan rasa untuk segera menyambung kembali silaturahim dengan shahabat saya itu. Kemudian saya ambil HP saya, saya buka phonebook dan memcent call dengan nya. Alhamdulillah kini, pershahabat saya dengan nya, kembali seperti semula lagi...

Jakarta 23 juni 2010.

(A) Auditory, (V) Visual, (K) Kinesthetic

 
18
Feb
Mungkinkah manusia terjebak oleh perasaannya dimasa lalu ? (Oleh: Maknun Fajar S) PDF Print E-mail
Written by Freddy Hypno   
Thursday, 18 February 2010 10:17

Mungkinkah manusia terjebak oleh perasaannya dimasa lalu ?
Terkadang saya suka bingung kok ada ya manusia takut sama tomat, takut sama tahu, takut sama terong, takut sama nasi, takut sama semut, takut sama kucing, takut sama apa aja deh...pokoke takut ama sesuatu.
Jangan bingung mas maknun :-D
Kan katanya orang merespon sesuatu berdasarkan petanya masing masing...
Peta ?
Apa peta itu...
itulo mas...presepsi kita tentang sesuatu yang ada diluar kita.
Jadi peta itu didalam pikiran kita ya...iya lah.Selayaknya peta sungguhan peta itukan berfungsi sebagai ptunjuk arah, begitu pula peta pikiran kita ia menjadi petunjuk dalam kita merespon sesuatu.
Lantas...gimana terbentuknya peta ?
Dari pengalaman kita yang kita lihat dengar, rasakan dimasa lalu dan kita beri MAKNA.
Nah tuk kasus takut seperti diatas biasanya ada peta dimaknai takut atau pun makna lainnya dimasa lalunya sehingga ia jadi takut deh ama stimulusnya.
Jadi terkadang manusia bisa terjebak oleh perasaannya dimasa lalunya dan sulit keluar ya...
Biasanya saya menterapi dengan memberi makna ulang terhadap peta masa lalunya sehingga responnya terhadap stimulus bisa berubah.
Bagaimana tehniknya...wow
Tentunya bagi teman teman yang telah belajar hypnotherapy sudah tahu, banyak tehnik yang bisa digunakan kita bisa gunakan tehnik regresi lalu merefreming ulang masa lalunya. Atau bisa juga dengan tehnik hypno EFT.

Maknun Fajar Susilo
terapis HARum

Last Updated on Sunday, 30 May 2010 01:50
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

Sunday, 05. September 2010

Valid XHTML & CSS | Design by: LernVid.com